MEMAHAMI KATA “STRATEGIS” DALAM MEMILIH LOKASI INVESTASI PROPERTY


MEMAHAMI KATA “STRATEGIS” DALAM MEMILIH LOKASI INVESTASI PROPERTY

Selama ini banyak yang memahami bahwa berinvestasi di Properti itu yang paling penting dipertimbangkan adalah Faktor Lokasi. Yang kedua Lokasi. Yang ketiga juga lokasi. Hehe. Karena memang kaya gitu ilmu dari pakar-pakar Investasi.
Itu sangat betul. Dan saya sangat setuju dengan hal tersebut.
Tapi lokasi yang seperti apa? Pasti jawaban Generiknya adalah “yang strategis.”
Betul? Sangat betul. Namun makna strategis itu yang bagaimana?
Disadari atau tidak, banyak yang menyempitkan makna “Strategis” ini.
Banyak yang bilang “strategis itu yang…, sudah rame, yang banyak dilalui orang, yang aksesnya bagus, banyak dilewati transportasi umum, dekat dengan banyak fasilitas publik, yang lagi hit juga tentang dapat sinyal 4G ^_, dll.”
Benar kah?
Benar tapi kurang tepat.
Coba deh lontarkan pertanyaan ini pada diri sendiri, “Investasinya dalam bentuk apa dulu?”
Strategis tiap Jenis Properti akan sangat beragam lho. Mudahnya Strategis itu adalah hal yang membuat kita mudah mencapai tujuan. Dalam hal ini tujuan Investasi yaitu menguntungkan.
Nah, faktor yang menguntungkan tiap jenis Properti itu berbeda lho. Meski sama-sama disebut faktor lokasi.
Nah, pertanyaannya apakah Investasi Properti berupa bangunan yang paling menguntungkan?
Oh ya. Kita maknai Properti secara luas ya? Kita kembalikan ke makna luasnya ya? Properti itu aset yang berbasis lahan ya.
Meski makna Properti secara lebih luas lagi juga ada. Apapun aset yang dimiliki, sehingga saat orang punya Paten juga sebutannya Intelectual Property. Tapi kita bahas kali ini Properti dalam arti aset yang berbasis lahan ya.
Investasi Properti dalam bentuk bangunan memang seharusnya wajib kudu memenuhi kriteria di atas. Rame dan sebagainya itu tadi. Itu yang disebut strategis. Itu yang membuat aset berupa bangunan biasanya menguntungkan. Tapi tidak selamanya yang seperti itu kan? Karena tidak Semua properti di atasnya didirikan bangunan.
Kalau memang hanya itu aspek strategisnya lokasi dalam Investasi Properti, maka yang tadi dibahas sudah benar.
Tapi…, Apa benar Bentuk Investasi Properti hanya yang berbentuk bangunan seperti yang disebut di atas?
Sayangnya “tidak”. Namun mengapa tidak banyak yang berpikir berinvestasi di Properti lain?
Misal, Investasi di perkebunan kelapa sawit, kopi, lada hitam, Kakao/Cokelat, durian, hutan tanaman Industri, dan sejenisnya.
Belum lagi di sektor tambang, perikanan, peternakan, dll.
Bahkan sekarang banyak Investasi Properti berupa bangunan yang Lokasinya kurang rame awalnya tapi setelahnya rame sekali dan sangat menguntungkan.
Misal Hotel yang dibangun di pantai yang belum diketahui orang. Tapi yang penting alamnya Kece, indah, dan sebagainya. Tinggal dipasarkan di Travelo**, ramai deh. Orang berebut bermalam di sana. Kemudian naik deh nilai investasinya. Padahal saat sepi harga lahannya masih sangat murah per meternya.
Makanya para Investor bilang “keuntungan diambil saat membeli, bukan saat menjual”. Artinya, kalau kita salah atau melewatkan momen dimana Properti masih murah, maka jangan berharap untung yang banyak.
Nah, sekarang udah ngeh kan sama peluang investasi Properti itu luas buanget. Open mind aja. Nanti juga banyak peluang kalau udah open mind.
Jangan salah lho. Kita Semua tahu kan pengusaha kebun-kebun ini buanyak sekali yang menjadi semakin kaya raya karena investasi tersebut.
Namun kenapa Paradigma Masyarakat tentang Investasi Properti berkutat pada Bangunan perkotaan saja?
Analisa saya pribadi setelah sekian lama bergelut di dunia Properti, inilah alasannya.
Pertama memang karena Investasi di sektor agro, meski harga lahan per meternya sangat murah, namun cukup tinggi bea Investasinya. Karena biasanya butuh luasan lahan yang sangat luas. Akhirnya yang bermain di sana hanya Konglomerat kaya raya saja.
Ini juga yang membuat hanya segelintir penguasa Properti di Sektor ini.
Seharusnya ini bisa diatasi. Pemerintah dan pengusaha memang harus memikirkannya. Agar kekayaan negara ini bisa terdistribusi secara merata. Betul? Tidak harus sama rata ya.
Kedua yang berperan menyempitkan paradigm ini adalah promosi dari Agen-agen penjualan dan iklan Properti pada umumnya yang membuat kita menyempitkan peluang Investasi Properti hanya berkutat di Bangunan dekat perkotaan saja. Ya memang itu yang paling gencar pemasarannya.
Perkebunan, tambang, tambak, dll tidak diiklankan. Karena memang pemainnya sedikit. Hanya yang kaya saja.
Itu lah kenapa masyarakat pada umumnya hanya terpikir Investasi dalam bentuk bangunan saja atau tambahannya Kavling siap bangun. Kalau di desa, mbah-mbah kita ya tanah atau kebun saja. Buat tabungan saja istilahnya. Tapi kurang produktif.
Tapi coba lihat, Investor raksasa justru banyak yang di bidang Agro Industri lho.
Bisa sawit, tanaman keras untuk kertas dan mebel, ternak dan budidaya hewan (ternak, ikan, lebah, dll), Karet, Gaharu, kurma, kakao, kopi, lada, dll.
Mereka banyak yang menjadi multi Milyader dari Investasi macam ini tanpa mereka harus bekerja. Ada petani dan pengelolanya yang membantu merawat.
Kenapa Investasi di Agro Industri?
Karena tidak bisa dipungkiri Investasi yang benar-benar nyata adalah Investasi Makhluk Hidup. Nilainya bertumbuh seiring pertumbuhan dari Makhluk Hidup tersebut. Baik hewan maupun tanaman. Tak hanya bertumbuh. Tapi juga berkembang biak. Kebayang kan pelipat gandaan keuntungannya benar-benar tampak?
Terlebih untuk tanaman tahunan, mereka dapat tetap menghasilkan meski tanpa perawatan intensif. Karena mereka bisa mandiri mencari air dan haranya sendiri.
Asik ya?
Ya, tapi kan kalau investasi tersebut harus beli luas banget Mas? Berhektar-hektar. Mahal.
Aslinya lebih murah kalau belinya luas lho. Tapi duitnya harus segelondong. Itu yang berat.
Open mind dulu aja lah. Jangan menutup kemungkinan dan peluang kita bisa ikut mainan Investasi macam ini. Punya cita-cita boleh kan? Suatu saat pasti ada solusinya atau bahkan ada masanya kita Semua Kaya Raya. Aamiin?
Sudah terbukti kok. Saya dan keluarga sudah berinvestasi di sector ini. Dengan bea investasi yang terjangkau. Gimana caranya. Nanti kita bahas. Sekarang kita bahas yang lebih penting agar bisa memilih yang terbaik.
Sekarang kita pura-pura aja dulu jadi Konglomerat kaya multi milyader. Ceritanya kita mau investasi Properti untuk diusahakan ke sektor Agro Industri. Karena berbasis lahan, ada yang bilang Agro Estate. Saya sebutnya Agro Properti.
Nah, sekarang kita harus cari lahannya dulu. Anggap saja kita sudah punya tim ahli untuk mengelola lahan kita nanti. Tapi lahannya harus yang seperti apa?
Pastinya harus strategis. Bukan semata pinggir jalan ya? Kita sudah bahas makna Strategis dalam Investasi Properti secara luas ya.
Yang strategis apanya? Yang pasti Lokasi. Faktor strategisnya lokasi ini berimplikasi pada strategisnya faktor lain. Keren ya. Ada yang bilang ini namanya Geostrategic. Strategi yang didasarkan pada pertimbangan Geografi. Kita pakai juga buat memilih Lokasi untuk Investasi Properti.
Nah, mulai serius ini. Siapin kopi ya? Hehe.
Yuk kita bahas Topik Utamanya.
PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG FAKTOR LOKASI DALAM MEMILIH INVESTASI PROPERTI SEKTOR AGRO
Saya pikir akan ada yang mencoba menebak-nebak. Missal, “pasti pertimbangannya harus di Desa, daerah yang belum terjamah perkembangan jaman, dll.”
Bisa jadi. Tapi bukan itu dasar pertimbangannya. Tidak harus di desa. Kalau bisa menemukan lahan di kota, bagus. Tapi cari yang memenuhi *9 Pertimbangan* berikut:
Pertama, Masih Sangat Luas.
Semakin luas lahan berarti persediaan banyak. Biasanya harga masih bersahabat. Kemudian rencana perluasan dengan mudah dilakukan. Dan yang jelas, kalau mau panennya banyak ya yang luas dong lahannya.
Jika yang berminat Investasi semakin banyak, perluasan mudah dilakukan, harga lahan akan naik dengan sendirinya. Karena permintaan semakin tinggi. Terlebih lahan Investor pertama yang sudah digarap.
Alhamdulillah, Kampung Buah Cikalong lokasinya sangat luas yaitu 1223 hektar yang membentang dari jalan propinsi tranyogie di Cikalong kulon sampai dengan Cipanas.
Masha Allah..keren ya.
Makanya yuk buruan investasi di Kampung Buah Cikalong.
Info lebih lanjut hubungi Marketing kami  :
085-881-885-768 Nayya Properti)

Silahkan Isi Form berikut untuk Survei Lokasi / hubungi marketing kami :


Kedua, Dekat dengan Petani.
Kebun atau lahan pertanian kita nanti pastinya akan dibantu pengelolaannya oleh petani sebagai tenaga kerja. Selain mudah dicari, Tentunya yang tenaga kerjanya terjangkau ya upahnya. Ini bukan kapitalis lho.
Maksudnya begini. Cari lahan di daerah yang biaya hidupnya rendah. Sehingga upah yang kita anggap sedang itu tetap besar dalam ukuran petani di daerah tersebut.
Biasanya lahan yang ada di Desa ya. Kalau kota, atau pinggiran kota kita sudah anggap upahnya kemahalan saja, Pekerjanya tetap bilang kekecilan. Sudah begitu, pinggiran kota itu juga sudah mahal juga harga lahannya. Ga mau kan kena mahal 2 kali?
Visinya sih juga salah satunya pemerataan ekonomi dengan pemberdayaan masyarakat desa. Meningkatkan taraf hidup masyarakat desa. Asik kan. Biaya yang dikeluarkan relative rendah namun manfaat yang dibagikan sangat besar.
Ketiga, Masih Subur.
Faktor keberhasilan bertani selalu dan selalu ada pada kesuburan tanah. Jadi baiknya cari lahan yang jauh dari kerusakan. Jauh dari pencemaran lingkungan berupa limbah, polutan, dan kontaminan. Baik di air, tanah, dan udara.
Semua pencemar akan berdampak pada hasil panen. Langsung atau pun tidak. Terlebh hindari kerusakan fisik seperti lahan bekas pertambangan, dll.
Kecuali memang misi penghijauan. Ini lain cerita. Kalau Visinya penghijauan atau rehabilitasi lahan, jangan terlalu berharap pada hasil panen. Karena tujuan utamanya bukan panen tapi perbaikan lingkungan.
Keempat, Harga Lahan Murah.
Murahnya lahan juga dipengaruhi oleh faktor lain. Misal luasan lahan. Jarak dari Kota, dll.
Mengapa cari yang murah? Pasti agar bea Investasi yang ditanam juga kecil sehingga cepat kembali modal dan ROI tinggi. Mudah dinaikkan harganya dengan nilai tambah. Kalau sudah panen, kebun Anda harganya bisa sangat melambung bagai bumi dan langit. Apalagi jika dibangun Magnet bagi masyarakat di luar daerah. Pasti kenaikan harga lahannya juga naik lebih cepat lagi. Karena ramai, harga semakin mahal.
Kelima, Aksesibilitas.
Aksesibilitas disini tidak harus dekat dengan bandara, stasiun, dan pusat keramaian lain. Bukan kah kita yang akan jadikan Lahan kita sebagai pusat keramaian?
Aksesibilitas utamanya adalah jalan yang mudah dilalui. Terutama untuk membawa hasil panen ke kota dan untuk disinggahi dan dikunjungi orang kota untuk wisata dan sebagainya. Harga buah yang dipetik sendiri lebih mahal lho. https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/f5a/1.5/18/1f60a.png^_^ kita tidak capek tapi hasil malah lebih tinggi. Asik kan?
Alhamdulillah Kampung buah cikalong juga membangun jalan tembus selebar 24 meter dari cikalong kulon sampai cipanas.
Yuk lihat video dari Kampung Buah Cikalong berikut ini :

Info lebih lanjut hubungi Marketing kami  :
085-881-885-768 Nayya Properti)

Silahkan Isi Form berikut untuk Survei Lokasi / hubungi marketing kami :


Keenam, Potensi Ramai. Destinasi bukan Sekedar Lokasi.
Yang seperti apa yang berpotensi ramai itu? Pastinya bisa diakses. Meski tidak harus dekat dan mudah. Asal ada jalan yang mudah diakses menuju lokasi.
Lingkungan dan alamnya mudah dikonsep menjadi magnet. Missal dibangun Wisata Alam. Perlu daya Tarik alam dan budaya masyarakat. Perlu penerimaan masyarakat tentang pengembangan lokasi tersebut.
So, dari Sekedar Lokasi Jadi Destinasi.
Setelah itu lahan kita ini akan sangat cepat kenaikan harga lahannya.
Selain menciptakan magnet, bisa juga dengan melihat Rencana Pengembangan wilayah oleh pemerintah atau Developer raksasa. Dua institusi ini bisa membuat daerah di antah berantah menjadi Kota besar atau setidaknya kawasan berkembang. Kalau lahan kita dekat dengan Rencana Pengembangan Wilayah seperti ini, suatu saat kita akan dapat keutungan yang tak terduga. Tapi jangan terlalu berharap. Karena ini faktor luar yang tidak bisa dipastikan. Meski sangat perlu dipertimbangkan. Karena bisa membuat kita untung berlipat-lipat.
Yah, kita tahu lah. Banyak kan daerah yang dulu sepi sekarang sudah jadi kota yang ramai luar biasa. Serpong dulu dan sekarang. Depok dulu dan Sekarang. Cikarang dan kota lainnya.

Ketujuh, Potensi Capital Gain Tinggi.
Kalau ini mah mudah. Kalau pertimbangan sebelumnya terpenuhi, idealnya Capital Gain atau kenaikan harga lahan akan mudah naik. Dari harga lahan yang dibeli dengan harga yang masih murah tapi dibuat ramai sehingga permintaan tinggi. So, kenaikannya akan banyak.
Beda cerita kalau Investasi di Kota, pertama harga sudah tinggi. Setelah kota semakin ramai harga akan semakin tinggi. Tapi kenaikannya tidak signifikan karena harga belinya juga sudah tinggi.

Kedelapan, Potensi ROI tinggi.
Ini juga sama. Jika enam pertimbangan pertama terpenuhi, ROI dijamin tinggi. ROI itu kan rasio laba bersih dari biaya yang ditanamkan pada investasi.
Tinggal pemilihan Tanaman yang diusahakan. Cari yang paling menghasilkan dan tentu Cocok ditanam di lahan tersebut.
Misal, harga lahan 200jt sudah termasuk tanaman dan perawatan. Hasil panen per tahun senilai 20jt. Maka ROInya 10% dari biaya Investasi.
Itu lah mengapa lahan di awal harus murah. Agar biaya Investasi kecil. Sehingga Rasio laba tinggi terhadap Biaya Investasi. Missal harga lahan dekat kota 200jt tadi digeser sedikit ke daerah pinggiran menjadi 100jt. Hasil panen tetap 20jt. Maka ROI yang tadinya 10% langsung jadi 20%.
Maaf ini. Kalau sudah menjelaskan hitungan saya suka kurang simple. Tapi bisa dipahami kan ya?
Kesembilan, Bermanfaat bagi Masyarakat.
Nah, mungkin ini bukan pertimbangan sebagian Investor. Padahal ini yang akan menjaga Investasi Anda tetap aman. Seperti pepatah jawa. Lebih baik pagar Mangkok dari pada pagar Tembok.
Jika Masyarakat merasakan Manfaat dari Investasi Anda, Merekalah yang akan menjaga seolah itu adalah milik mereka.
Sebaliknya. Seketat apapun pengamanan dan sekuat apapun temboknya, jika tak bermanfaat bagi masyarakat, akan tetap berbahaya karena akan selalu ada orang yang mengambil manfaat dengan cara paksa. Bisa mencuri, merampas, memboikot agar Anda membuka akses pada masyarakat untuk turut memanfaatkannya, dan cara-cara lain yang kadang tak terduga.
Tidak hanya itu. Bagi kami Bisnis dan Investasi itu seperti lebah. Lebah hinggap ke bunga untuk mengambil nektar. Namun karenanya, benang sari menyerbuki putik. Jadilah buah yang bisa dinikmati oleh banyak makhluk.
Saya juga ingin dengan bisnis dan investasi saya, saya bisa bermanfaat bagi sekitar. Khususnya masyarakat desa yang mungkin taraf hidupnya masih jauh dari mapan. Semoga dengan usaya saya, mereka bisa terangkat.
Nah, demikian PEMAHAMAN YANG BENAR TENTANG FAKTOR LOKASI DALAM MEMILIH INVESTASI PROPERTI SEKTOR AGRO menurut Saya.
Saya pelajari dari Guru-guru Investasi saya. Baik yang bertaraf Nasional maupun Dunia.
9 pertimbangan ini memang sering membuat pilihan lokasi Lahan untuk AgroBisnis tertuju pada daerah peDesaan. Tapi jangan serta-merta memilih lokasi di pedesaan. Karena kriterianya bukan Pedesaan. Kriterianya ya 9 Pertimbangan tadi.
Daerah pedesaan belum tentu memenuhi 9 Pertimbangan tersebut. Missal, saya pernah dengar cerita dari guru saya. Beliau ingin beli lahan di Bumiayu. Dipikir akan murah karena jauh dari kota besar. Ternyata lebih mahal dari bogor. Kenapa demikian. Ternyata tidak selalu daerah pedesaan lebih murah dari daerah berkembang dan dekat kota. Jika permintaan lebih banyak disbanding lahan yang dijual, ya harga akan maha. Sesuai hokum Supply and Demand saja itu.
Bisa dipahami kan penjelasan saya?
Nah, sekarang ceritanya sudah dapat lahan. Ceritanya 40Ha. Coba beli. Terlalu luas kah? Ga ada uang. Utang bank. Haram. Kalau pun halal memang ada bank yang mau ngasih pinjaman. Bank Cuma ngasih pinjaman ke orang kaya. Makanya yang kaya makin kaya. Lho, maaf kemana-mana.

Ke 9 Tips diatas ada hanya ada di KAMPUNG BUAH CIKALONG. 



Info lebih lanjut hubungi Marketing kami  :
085-881-885-768 Nayya Properti)

Silahkan Isi Form berikut untuk Survei Lokasi / hubungi marketing kami :


source : tulisan kang lido dari fillah property

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.